Jumat, 13 November 2009

Hubungan Lingkungan dan Pembangunan


Meningkatnya pembangungan di berbagai daerah (kabupaten dan perkotaan), berbanding lurus dengan semakin meningkatnya dampak negatif baik langsung atau tidak langsung bagi lingkungan kehidupan. Tidak tertanganinya sampah di perkotaan, tercemarnya air permukaan dan air tanah oleh limbah industri/domestik, menurunnya kondisi sanitasi lingkungan, banjir, hanya sebagai akibat dari konflik pemanfaatan ruang wilayah tersebut. Banyak teknologi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk menentukan pilihan teknologi mana yang dapat dimanfaatkan kabupaten/kota dalam upaya mengatasi masalah lingkungan di daerahnya.
Pusat Teknologi Lingkungan (PTL-BPPT) menawarkan hasil kajiannya untuk mendukung program pembangungan Kabupaten/Kota mengatasi masalah lingkungan hidup di daerahnya. PTL dengan didukung oleh Balai Teknologi Lingkungan BPPT di Puspiptek Serpong memiliki pengalaman yang cukup panjang dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya di dalam: (1) Pengolahan Sampah perkotaan; (2) Menangani masalah lingkungan akibat limbah cair; (3) Pemberdayaan berbagai limbah (industri, domestik, pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; (4) Pemanfaatan dan pemberdayaan lahan marginal untuk pengembangan pertanian; (5) Pengembangan wisata bahari, ecocity; (6) Produksi bersih; (7) Pengelolaan air bagi Kabupaten/Kota yang mengalami kesulitan/kelangkaan air (daerah bergambut, daerah payau, pulau-pulau kecil) dll. Pola kerjasama yang dibina PTL BPPT dengan Pemerintah Kabupaten/Kota selama ini ternyata banyak memberi manfaat, sekaligus sebagai mitra kerja bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengatasi masalah lingkungan khususnya dan pembangunan daerah pada umumnya. Jadi lingkungan dan pembangunan itu berhubungan karena jika tidak ada lingkungan yang baik tidak akan terjadi pembangunan karena salah satu factor dari penentu pembangunan yaitu kondisi lingkungannya.

Definisi IPTEK Lingkungan dan Perkembangannya

Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada. Disini yang dibahas adalah iptek pada llingkungan. Pada lingkungan hidup seringkali kita menghubungkannya dengan iptek karena memang sesungguhnya lingkungan itu membutuhkan iptek untuk menjadikan lingkungan ini lebih baik.
Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk pemenuh kebutuhan hidup manusia,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari lembaga pendidikan. Dimana pada abad 20 peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berarti bagi lembaga pendidikan. Sehingga pada abad 20 mampu mendorong lebih cepat dalam industri. Informasi,komunikasi,transportasi dan pertanian.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Misalnya pada pertanian, pada bidang pertanian dibutuhkan beberapa teknologi seperti alat pembajak sawah dan pupuk sehingga menjadikan bidang pertanian lebih bekerja dengan cepat karena menggunakan alat pembajak sawah serta dengan pupuk diharapkan dapat lebih menyuburkan tanaman pada lahan pertanian. Jadi perkembangan iptek sudah cukup baik dan mencakup berbagai bidang sehingga dapat membantu dan memudahkan dalam mengerjakan sesuatu.

Kamis, 05 November 2009

Kemiskinan dan Keterbelakangan

Kemiskinan dan keterbelakangan merupakan fenomena sosial yang menjadi atribut negara-negara dunia ketiga. Fenomena ini juga merupakan kebalikan dari kondisi yang dialami oleh negara-negara maju yang memiliki atribut sebagai “ model”. Untuk memahami definisi dan asal mula kemiskinan
dan keterbelakangan, kita dapat melakukan kajian dengan cara :
1. Mengadakan telaah terhadap kemiskinan dan kosakata kemiskinan seperti yang dilakukan oleh Friedmann (1992: 160) dan Korten (1985: 67).
2. Membandingkan dengan konsep-konsep modernisasi sebagai kebalikan yang diametral dari kemiskinan dan keterbelakangan seperti yang dikemukakan oleh para pakar yang terkumpul dalam ontology “Modernization : The Dinamics of Growth” (Myron Weiner, 1967).
Hampir di setiap negara, kemiskinan selalu terpusat di tempat-tempat tertentu, yaitu biasanya di perdesaan atau di daerah-daerah yang kekurangan sumber daya. Persoalan kemiskinan juga selalu berkaitan dengan masalah - masalah lain, misalnya lingkungan.
Beban kemiskinan paling besar terletak pada kelompok-kelompok tertentu. Kaum wanita pada umumnya merupakan pihak yang dirugikan. Dalam rumah tangga miskin, mereka sering merupakan pihak yang menanggung beban kerja yang lebih berat dari pada kaum pria. Demikian pula dengan anak-anak, mereka juga menderita akibat adanya ketidak merataan tersebut dan kualitas hidup 10 masa depan mereka terancam oleh karena tidak tercukupinya gizi, pemerataan kesehatan dan pendidikan. Selain itu timbulnya kemiskinan sangat sering terjadi pada kelompok-kelompok minoritas tertentu.
Kemiskinan berbeda dengan ketimpangan distribusi pendapatan(inequality). Perbedaan ini sangat perlu ditekankan. Kemiskinan berkaitan erat dengan standar hidup yang absolut dari bagian masyarakat tertentu, sedangkan ketimpangan mengacu pada standar hidup relatif dari seluruh masyarakat. Pada tingkat ketimpangan yang maksimum, kekayaan dimiliki oleh satu orang saja dan

Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.
Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya. Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita kesehatan.Maka dari itu banyaklah timbulnya penyakit seperti diare yang disebabkan karena memakan makan yang sembarangan. Selain itu penyakit yang sering itu adalah penyakit kulit gara lingkungan tempat tinggalnya tidak layak ditempati, kotor dan baunya tidak enak. Penyakit kulit ini akan menyerang karena tidak adanya perhatian agar membersihkan lingkungan tempat tinggalnya. Oleh karena itu selalu jagalah lingkungan tempat tinggal kita agar kita terhindar dari penyakit.

Rabu, 04 November 2009

Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.
Karena kurangnya lapangan pekerjaan sehingga membuat orang dapat melakukan apapun untuk mencukupi kehidupannya meskipun perbuatan itu adalah perbuatan yang buruk. Selain itu karena kurangnya lapangan pekerjaan pula banyak orang yang kelaparan karena tidak dapat mencukupi kebutuhannya. Sungguh kasihannya orang yang kelaparan itu. Coba kita lihat di jalan – jalan ataupun orang yang tinggal di kolong jembatan. Mereka sungguh begitu kekurangan, jangankan untuk membeli hal – hal yang lain untuk membeli sebungkus nasi saja sudah begitu susah. Kita sebagai orang yang cukup beruntung hendaknya dapat merasakan pula apa yang mereka rasakan. Diharapkan kita dapat membantu untuk mengurangi sedikit beban mereka dengan melakukan hal yang berguna. Selain itu diharapkan juga agar pemerintah dapat lebih banyak membuka lapangan pekerjaan sehingga tidak ada lagi orang – orang yang kelaparan.

Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.
Jakarta, sebagai ibukota Republik Indonesia pastinya menjadi tujuan dari semua penduduk di Indonesia. Kehidupan di Jakarta sepertinya mewakili dari semua kehidupan di Indonesia, hampir semua yang ada di Indonesia ada di Jakarta. Di Jakarta pula sebagaian orang menyabung hidup mencari sesuap nasi….
Tingkat pendidikan saat ini sudah cukup baik karena sudah mencapai wajib belajar 9 tahun. Namun semua itu haruslah di tingkatkan lagi agar semua anak bangsa dapat belajar serta bersekolah setinggi – tingginya tanpa adanya pungutan biaya. Semua itu memang sulit dikarenakan banyaknya permasalahan dalam Negara ini yang terutama masalah perekonomiannya. Maka dari itu diharapkan agar pemerintah dapat cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pada program wajib belajar 9 tahun diharapkan anak bangsa dapat lebih memiliki kemampuan sehingga dapat berguna dikemudian hari. Namun program inipun belumlah merata karena belum semua sekolah di Indonesia menerapkan program ini. Diharapkan kepada pemerintah agar dapat meningkatkan kembali program ini sehingga dapat lebih baik lagi.

Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.
Jakarta, sebagai ibukota Republik Indonesia pastinya menjadi tujuan dari semua penduduk di Indonesia. Kehidupan di Jakarta sepertinya mewakili dari semua kehidupan di Indonesia, hampir semua yang ada di Indonesia ada di Jakarta. Di Jakarta pula sebagaian orang menyabung hidup mencari sesuap nasi….
Dengana luas 740 km², dengan penduduk sekian ribu manusia, jakarta seakan akan lemari kecil yang dipaksakan memuat berbagai macam pakaian. Kepadatan di Jakarta sangat terasa ketika kita keluar dari rumah, terlihat rumah rumah berdempetan satu dengan yang lainnya, banyaknya gang gang kecil. Ketika menggunakan kendaraan akan lebih terasa padat, ini ciri khas Jakarta.
Lingkungan pemukiman di Jakarta ini tidak cukup baik karena masih banyak orang – orang yang tinggal di tempat yang tidak layak untung disinggahi seperti dipinggir kali. Orang – orang tersebut tidaklah sepantasnya tinggal ditempat seperti itu. Namun apalah daya itu semua disebabkan kurangnya perhatian dari pemerintah. Oleh karena itu diharapkan pemerintah dapat bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini. Misalnya seperti memberikan pekerjaan dan memperbanyak lapangan pekerjaan. Semua itu dilakukan agar orang – orang tersebut bisa mendapatkan penghasilan sehingga dapat mempergunakan penghasilannya dengan baik.